Sabtu, 08 Desember 2018

Interaksi Sosial

Interaksi Sosial 
Pengertian Interaksi Sosial
Menurut Soekanto (2012) Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang dengan individu lainnya, antara kelompok  satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang  maknanya diberikan oleh mereka yang menggunakannya. Interaksi sosial dapat terjadi jika antar individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap awal dari terjadinya hubungan sosial Komunikasi merupakan penyampaian sebuah informasi penafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan.
Syarat-syarat Berlangsungnya Interaksi Sosial
Sebuah interaksi sosial tidak mungkin bisa terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat  yaitu: adanya kontak sosial, dan adanya komunikasi.(Soerjono Sukanto: 2016)
1. Kontak Sosial
Kontak sosial berasal dari bahasa latin con atau cum yang berarti bersama-sama dan tango yang berarti menyentuh. Jadi secara harfiah kontak adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak bisa terjadi apabila terjadi hubungan secara langsung. Sebagai gejala sosial itu tidak perlu berarti suatu hubungan secara langsung, karena orang dapat mengadakan hubungan tanpa harus menyentuhnya, seperti misalnya dengan cara berbicara dengan orang yang bersangkutan. Dengan perkembangan teknologi dewasa ini, antar individu bisa berhubungan satu sama lain melalui smartphone, komputer, dan alat bantu lainnya tanpa memerlukan sentuhan secara langsung.
2. Komunikasi
Komunikasi adalah seseorang yang memberi penafsiran terhadap orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi respon terhadap sesuatu yang ingin disampaikan. Dengan adanya komunikasi sikap dan perasaan kelompok dapat diketahui olek kelompok lain aatau orang lain. Hal ini kemudain merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang akan dilakukannya.
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
1. Proses Asosiatif
a. Kerja Sama 
Kerja sama timbul sebab orientasi perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. Kerja sama mungkin akan bertambah kuat apabila ada bahaya yang mengancam atau ada tindakan-tindakan luar yang menyinggung kesetiaan yang secara tradisional atau institusional telah tertanam di dalam kelompok, dalam diri seseorang atau segolongan orang. Kerja sama dapat bersifat kekerasan apabila kelompok dalam jangka waktu yang lama mengalami kekecewaan sebagai akibat perasaan tidak puas, karena keinginan-keinginan pokoknya tak dapat terpenuhi oleh karena adanya rintangan-rintangan yang bersumber dari luar kelompok itu.
b. Akomodasi
Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu pengertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan pengertian yang dipergunakan oleh para ahli biologi untuk merujuk pada suatu proses dimana makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. (Gillin dan Gillin dalam Soekanto, 2012).  Dengan pengertian tersebut dimaksudkan sebagai suatu proses dimana orang  atau kelompok manusia yang awalnya saling bersitegang, saling mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi adalah suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga lawan tidak merasa kehilangan kepribadiannya.
c. Asimilasi
Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi cara untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama. Secara singkat, prosesnya ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama, walau kadangkala bersifat emosional, dengan tujuan untuk mencapai kesatuan, atau mencapai integrasi dalam organisasi, pikiran, dan tindakan. (Soerjono, Soekamto : 2015)
Ciri-ciri Interaksi Sosial
Interaksi sosial mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Terdapat pelaku dengan jumlah jamak
2. Komunikasi antarpelaku menggunakan simbol-simbol
3. Memiliki dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) yang menentukan sifat aksi yang sedan berlangsung
4. Mempunyai fungsi/tujuan tertentu.
Tidak semua tindakan merupakan interaksi. Hakikat interaksi terletak pada kesadaran mengarahkan tindakan pada orang lain. Harus ada orientasi timbal-balik antara pihak-pihak yang bersangkutan, tanpa menghiraukan isi perbuatannya: cinta atau benci, kesetiaan atau pengkhianatan, maksud melukai atau menolong (Walgito: 2003).















DAFTAR PUSTAKA
Dorota, Mokrosinska. (2014) Privacy and social interaction. Philosophy & Social Criticism, vol. 39, 8.

Fatnar, Virgia. Kemampuan Sosial Remaja Yang Tinggal Di Pondok Pesantren dengan Yang Tinggal Bersama Keluarga. Jurnal Fakultas Psikologi Vol. 2, No 2. 2014

Ginintasasi, Rahayu .2016. Interaksi sosial. diambil dari :      http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR.PSIKOLOGI/195009011981032-RAHAYU_GININTASASI/INTERAKSI_SOSIAL.pdf (7 Desember 2018)

Jeffrey A, Hall. (2016). When is social media use social interaction? Defining mediated social interaction. New Media & Society vol. 20, 1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Katalogisasi Non Buku

KATALOGISASI NON BUKU Pengertian Katalog Katalog merupakan sarana temu kembali yang merupakan wakil dokumen bagi koleksi perpustakaan, b...