Sabtu, 08 Desember 2018

Katalogisasi Non Buku

KATALOGISASI NON BUKU
Pengertian Katalog
Katalog merupakan sarana temu kembali yang merupakan wakil dokumen bagi koleksi perpustakaan, baik dalam bentuk kartu maupun kumpulan  data elektronik. Katalog merupakan daftar atau kumpulan  data yang tersusun, baik secara manual maupun elektronik mengenai buku-buku atau bahan pustaka lainnya yang dimiliki oleh perpustakaan. Katalog dibuat melalui proses katalogisasi, yaitu kegiatan membuat entri dalam katalog, menyusun deskripsi, bibliografi dan penentuan nomor panggil. Katalog dibentuk menurut aturan tertentu yaitu berpedoman pada AACR2 (Anglo American Cataloguing Rules Second Edition).
FUNGSI KATALOG
1. Sebagai alat/sarana yang di berikan  perpustakaan untuk menemukan kembali bahan pustaka yang sudah diketahui pengarang, judul dan penerbitnya
2. Menunjukkan apa yang dimiliki perpustakaan dari pengarang tertentu atau mengenai subyek tertentu.
3. Menunjukkan dimana bahan pustaka tersebut disimpan.
LANGKAH-LANGKAH SEBELUM KATALOGISASI
Sebelum melakukan katalogisasi pada bahan pustaka, terdapat 2 langkah yang harus dilakukan yaitu:
1. Pengelompokan bahan pustaka menurut jenisnya, seperti monograf (buku), terbitan berseri (majalah, buletin, laporan tahunan, dsb.) brosur/leaflet, dan bahan bukan buku (non book material seperti: foto, CD, kaset, peta, atlas, slide, dsb.). Hal ini penting dilakukan, karena setiap jenis bahan pustaka berbeda cara pengolahannya.
2. Pengecekan pada katalog kendali (shelflist) atau pada pangkalan data, untuk memverifikasi keberadaan bahan pustaka dengan judul yang sama (duplikat), sehingga pustakawan tidak perlu mengolah buku tersebut lebih lanjut, cukup dengan menambahkan nomor induk barunya saja, dan mencantumkan nomor panggil (call number) yang sama dengan buku sebelumnya.
LANGKAH-LANGKAH KATALOGISASI
1. Proses katalogisasi:
a. Menentukan tajuk entri utama (main entry)
b. Menyusun deskripsi bibliografis/deskripsi fisik
 c. Membuat jejakan (khusus katalog bentuk kartu
2. Pembuatan catalog dasar/utama
SUMBER INFORMASI UTAMA
Deskripsi bibliografi suatu bahan pustaka non buku seperti judul, pengarang, penerbit, dan sebagainya merupakan bagian penting yang harus tercantum dalam katalog. Sumber informasi utama dapat diperoleh dari bahan pustaka yang bersangkutan, misalnya pada bahan kartografi seperti peta, bentuk mikro, gambar hidup, rekaman video, caset, CD dan bahan pustaka non buku lainnya, biasanya informasi yang dibutuhkan terdapat di halaman judul, label, kemasan dan bagian lain dari dokumen tersebut. Apabila informasi bahan pustaka tidak tercantum dalam dokumen, boleh diambil dari luar dokumen, atau pun dibuat sendiri oleh pembuat katalog, namun informasi tersebut dicantumkan dalam tanda kurung siku ( […] )
Sumber Informasi Utama
1.  Judul dan pernyataan tanggung jawab, Halaman judul, dokumen sendiri, bingkai judul, label, kemasan, dll.
2. Edisi Halaman judul dan halaman permulaan lainnya, label, kemasan
3. Rincian Karakteristik khusus : Halaman judul dan halamanpermulaan lainnya, label, kemasan
4 Impresum Halaman judul dan halampermulaan lainnya, label,kemasan, dll.
5 Kolasi Dokumen itu sendiri (dari halaman mana saja pada dokumen tersebut)
6 Seri monograf Dokumen itu sendiri (dari halaman mana saja pada dokumen tersebut)
7 Catatan Dokumen itu sendiri atau dari luar dokumen
8 Nomor standar dan harga Dokumen itu sendiri atau dari luar dokumen

Urgensi Katalogisasi
Pengkatalogan merupakan hal yang sangat penting, karena hal ini membantu pemustaka yang ingin menggunakan bahan pustaka tidak kebingungan untuk mencarinya, mereka dapat mencari melalui katalog ini baik itu katalog cetak maupun non cetak. Pustakawan hendaknya memperhatikan pengkatalogan sebab informasi yang terkandung di dalamnya sangatlah penting karena pemenuhan kebutuhan temu kembali merupakan tugas dari seorang pustakawan.

DAFTAR PUSTAKA
Mirnani, Anon. Pengolahan bahan non-buku. Jakarta: Universitas Terbuka, 1997
Sadinal, Dein. Katalogisasi sebuah pengantar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan kebudayaan. 1987
Ellen J, Gredley. 1980. Standardizing bibliographical data: AACR 2 and international exchange Journal of librarianship, vol. 12, 2
Taressa M, Keenan. 2014. Resource Description and Acces : Cataloging Standars affect Reference Services. Vol. 43. N0 2

Interaksi Sosial

Interaksi Sosial 
Pengertian Interaksi Sosial
Menurut Soekanto (2012) Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang dengan individu lainnya, antara kelompok  satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang  maknanya diberikan oleh mereka yang menggunakannya. Interaksi sosial dapat terjadi jika antar individu atau kelompok terdapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap awal dari terjadinya hubungan sosial Komunikasi merupakan penyampaian sebuah informasi penafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan.
Syarat-syarat Berlangsungnya Interaksi Sosial
Sebuah interaksi sosial tidak mungkin bisa terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat  yaitu: adanya kontak sosial, dan adanya komunikasi.(Soerjono Sukanto: 2016)
1. Kontak Sosial
Kontak sosial berasal dari bahasa latin con atau cum yang berarti bersama-sama dan tango yang berarti menyentuh. Jadi secara harfiah kontak adalah bersama-sama menyentuh. Secara fisik, kontak bisa terjadi apabila terjadi hubungan secara langsung. Sebagai gejala sosial itu tidak perlu berarti suatu hubungan secara langsung, karena orang dapat mengadakan hubungan tanpa harus menyentuhnya, seperti misalnya dengan cara berbicara dengan orang yang bersangkutan. Dengan perkembangan teknologi dewasa ini, antar individu bisa berhubungan satu sama lain melalui smartphone, komputer, dan alat bantu lainnya tanpa memerlukan sentuhan secara langsung.
2. Komunikasi
Komunikasi adalah seseorang yang memberi penafsiran terhadap orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau sikap), perasaan-perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi respon terhadap sesuatu yang ingin disampaikan. Dengan adanya komunikasi sikap dan perasaan kelompok dapat diketahui olek kelompok lain aatau orang lain. Hal ini kemudain merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang akan dilakukannya.
Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
1. Proses Asosiatif
a. Kerja Sama 
Kerja sama timbul sebab orientasi perorangan terhadap kelompoknya dan kelompok lainnya. Kerja sama mungkin akan bertambah kuat apabila ada bahaya yang mengancam atau ada tindakan-tindakan luar yang menyinggung kesetiaan yang secara tradisional atau institusional telah tertanam di dalam kelompok, dalam diri seseorang atau segolongan orang. Kerja sama dapat bersifat kekerasan apabila kelompok dalam jangka waktu yang lama mengalami kekecewaan sebagai akibat perasaan tidak puas, karena keinginan-keinginan pokoknya tak dapat terpenuhi oleh karena adanya rintangan-rintangan yang bersumber dari luar kelompok itu.
b. Akomodasi
Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu pengertian yang digunakan oleh para sosiolog untuk menggambarkan suatu proses dalam hubungan-hubungan sosial yang sama artinya dengan pengertian yang dipergunakan oleh para ahli biologi untuk merujuk pada suatu proses dimana makhluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. (Gillin dan Gillin dalam Soekanto, 2012).  Dengan pengertian tersebut dimaksudkan sebagai suatu proses dimana orang  atau kelompok manusia yang awalnya saling bersitegang, saling mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi ketegangan-ketegangan. Akomodasi adalah suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga lawan tidak merasa kehilangan kepribadiannya.
c. Asimilasi
Asimilasi merupakan proses sosial dalam taraf lanjut. Ia ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi cara untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama. Secara singkat, prosesnya ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama, walau kadangkala bersifat emosional, dengan tujuan untuk mencapai kesatuan, atau mencapai integrasi dalam organisasi, pikiran, dan tindakan. (Soerjono, Soekamto : 2015)
Ciri-ciri Interaksi Sosial
Interaksi sosial mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Terdapat pelaku dengan jumlah jamak
2. Komunikasi antarpelaku menggunakan simbol-simbol
3. Memiliki dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) yang menentukan sifat aksi yang sedan berlangsung
4. Mempunyai fungsi/tujuan tertentu.
Tidak semua tindakan merupakan interaksi. Hakikat interaksi terletak pada kesadaran mengarahkan tindakan pada orang lain. Harus ada orientasi timbal-balik antara pihak-pihak yang bersangkutan, tanpa menghiraukan isi perbuatannya: cinta atau benci, kesetiaan atau pengkhianatan, maksud melukai atau menolong (Walgito: 2003).















DAFTAR PUSTAKA
Dorota, Mokrosinska. (2014) Privacy and social interaction. Philosophy & Social Criticism, vol. 39, 8.

Fatnar, Virgia. Kemampuan Sosial Remaja Yang Tinggal Di Pondok Pesantren dengan Yang Tinggal Bersama Keluarga. Jurnal Fakultas Psikologi Vol. 2, No 2. 2014

Ginintasasi, Rahayu .2016. Interaksi sosial. diambil dari :      http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR.PSIKOLOGI/195009011981032-RAHAYU_GININTASASI/INTERAKSI_SOSIAL.pdf (7 Desember 2018)

Jeffrey A, Hall. (2016). When is social media use social interaction? Defining mediated social interaction. New Media & Society vol. 20, 1

Kamis, 06 Desember 2018

Resume Jurnal INDUSTRIALISASI MEDIA MASSA DAN ETIKA JURNALISTIK Karya SRI HADIJAH ARNUS

INDUSTRIALISASI MEDIA MASSA DAN ETIKA JURNALISTIK
Karya
 SRI HADIJAH ARNUS
Pada masa sekarang dengan semakin berkembangnya era tulisan maka kebutuhan untuk menyebarluaskan pesan kepada khalayak luas semakin mendesak, karena menggunakan surat atau naskah saja tidak cukup lagi. Disinilah era komunikasi media massa dimulai, karena secara teknis menjadi mungkin untuk menyampaikan pesan yang panjang dan kompleks secara simultan ke suatu khalayak yang besar jumlahnya dan heterogen.  Perkembangan media massa yang dulunya semata-mata untuk menyebarluaskan informasi kepada khalayak saja, kini media massa menjadi industry, dengan pergeseran tersebut selain menyebarluaskan informasi, kegiatan media massa juga untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya. Sebagai pencari laba, kemerdekaan pers bukan lagi sesuatu yang esensial, kemerdekaan pers akan dipertukarkan dengan kepentingan ekonomi dari perusahaan pers yang bersangkutan
Selain undang-undang No.40 tahun 1999 tentang pers, setiap wartawan yang tergabung pada suatu organisasi kewartawanan akan berpedoman pada kode etik yang dibuat oleh organisasinya. Fungsi dari kode etik ini ada lima yakni:
Melindungi keberadaan seseorang dalam berkiprah di bidangnya.
Melindungi masyarakat dari malpraktek oleh praktisi yang kurang professional.
Mendorong persaingan sehat antar praktisi.
Mencegah kecurangan antar rekan profesi.
Mencegah manipulasi informasi oleh narasumber.
Industrialisasi media berjalan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat munculnya berbagai macam alat-alat baru yang mempermudah manusia dalam berkomunikasi, dan menyebarkan informasi, perubahan tersebut berpengaruh terhadap media massa, dimana satu perusahan media bisa diakses dengan berbagai jenis media komunikasi. Selain konvergensi media massa, pengaruh industrialisasi media massa membuat adanya konvergensi media, konglomerasi media. Konglomerasi media massa memungkinkan tumbuhnya konglomerat-konglomerat media yang membangun grup media yang dapat menjadi kekuatan besar yang dapat berpengaruh di bidang ekonomi politik, sosial, dan budaya masyarakat. Selain itu konglomerasi media memungkinkan adanya power dibidang politik, dan keuntungan yang besar di bidang ekonomi. Sebagian besar pemilik grup media di Indonesia berkecimpung ke kancah perpolitikan penulis mencontohkan Abu Rizal Bakrie, ketua partai Golkar sekaligus kandidat Presiden RI 2014 dengan pemilik MNC Group Viva news, Surya Paloh yang merupakan ketua partai Nasdem dengan Media groupnya, dan Hary Tanoesudibyo pemilik MNC Group yang akhirnya turut berkecimpung juga di kanca perpolitikan, sebagai kandidat calon presiden 2014, tidaklah terlalu berlebihan apabila penulis mengatakan bahwa media dapat menjadi senjata untuk memperoleh jabatan dan kekuasaan.




Kita tentu ingat pertarungan antara Jokowi vs Prabowo, tetapi tidak hanya itu pertarungan media juga terjadi antara media TV One vs Metro TV. Stasiun TV One cenderung lebih banyak memberitakan tentang calon Prabowo, dibandingkan berita tentang Jokowi,dilihat dari sudut pandang pemberitaan sebagian besar berita yang ditayangkan oleh TV One dari sudut pandang positif tentang Prabowo kebijakan redaksional yang diambil oleh TV One dapat saja terpengaruh oleh politik, dimana pemilik pemilik TV One adalah politisi Aburizal Bakri yang merupakan ketua umum partai golkar yang notabene berkoalisi dalam mengusung calon presiden Prabowo, begitu juga sebaliknya dari pemberitaan Metro Tv, kebalikan dari TV One.
Pemberitaan media saat ini sudah ditunggangi dengan tedensi politik yang tujuan akhirnya untuk memperoleh keuntungan di bidang ekonomi. Hal ini tentu saja tidak sejalan dengan kode etik jurnalistik seperti yang tertuang pada kode etik jurnalistik versi AJI. Padahal pada kode etik versi PWI menerangkan bahwa yang dimaksud berita secara berimbang dan adil ialah menyajikan berita yang bersumber dari berbagai pihak yang mempunyai kepentingan , penilaian atau sudut pandang masing-masing kasus secara proporsional.
Besarnya ketergantungan media massa berasal dari iklan membuat media massa menayangkan acara yang kurang mengandung unsur pendidikan bahkan mengakibatkan rusaknya moral masyarakat, seperti banyaknya sinetron yang mengajarkan kekerasan, kehidupan glamour, ataupun yang sedang marak di TV saat ini yakni penayangan infotaiment yang merupakan tayangan cenderung lebih banyak mengorek-orek kehidupan pribadi mereka. Apabila hal ini ditinjau dari kode etik jurnalistik hal ini tidak seseuai dengan kode etik jurnalistik, hal ini dapat kita lihat pada kode etik jurnalistik versi AJI poi 11, yang berbunyi Jurnalis menghormati hak privasi seseorang , kecuali hal-hal yang bisa merugikan masyarakat. Tuntutan di masa industrialisasi media massa saat ini mengakibatkan sulitnya bagi penegakan etika jurnalistik apalagi kode etik yang dibuat oleh beberapa organisasi pers tidak memiliki implikasi hokum, akhirnya penerapan kode etik secara tegas semuanya dikembalikan ke individu yang terlibat dalam aktivitas di institusi media massa.

Kritik Dan Saran
Menurut pendapat saya jurnal ini ringan dan cocok untuk membuka wawasan kita tentang kebobrokan media massa saat ini yang hanya ditunggangi kepentingan politik dan kekenyangan perut semata, masyarakat jadi lebih waspada tentang penggiringan isu yang terjadi di sekitar kita. Tetapi ada beberapa hal yang mungkin penulis bisa tambahkan yakni pemecahan masalah yang dihadapi, karena dalam jurnal ini hanya berisi pemaparan masalah tanpa ada solusi yang diberikan. (Ir)

Selasa, 02 Oktober 2018

Dokumen Elektronik

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Pengertian Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.

Dokumen elektronik kini berkembang begitu pesat dan beragam jenisnya. Saat ini berbagai sarana elektronik dipakai untuk menyimpan dan menyajikan dokumen : Komputer desktop beserta monitor laptop, merupakan contoh Alat bantu digital Dokumen digital selalu menggunakan format yang berubah, sesuai manfaat.

Dokumen elektronik sangat mudah untuk diduplikasikan sehingga tidak diketahui lagi data mana yang original. Dokumen elektronik sebagai alat bukti dikhawatirkan dapat dipalsukan dan nantinya akan muncul masalah tentang keotentikan dokumen elektronik tersebut.
Illegal Contents Merupakan kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke Internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Sebagai contohnya, pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah dan sebagainya.
Data Elektronik Sebagai Alat Bukti Masih Dipertanyakan Pengakuan data elektronik sebagai alat bukti di pengadilan nampaknya masih dipertanyakan validitasnya Belum adanya payung hukum Belum terjamin keamanannya.

Kamis, 27 September 2018

SUMBER INFORMASI DAN INOVASI PERPUSTAKAAN

Perkembangan teknologi selalu menimbulkan dua sisi mata pisau yang sama tajam. Teknologi memberikan inovasi yang cukup memuaskan bagi pengguna tetapi hal ini tak jarang membuat kontroversi karena efek negatif yang ditimbulkan. Perkembangan perpustakaan tak lepas dari peran teknologi yang perkembangannya semakin melaju tanpa bisa dihentikan. Berbagai paradigma yang selama ini menghantui pemustaka perlahan mulai bergeser menjadi paradigma modern yang fleksibel dan mengikuti apa yang diinginkan pemustaka. Pustakawan yang biasanya hanya duduk didepan meja komputer sekarang dituntut untuk selalu melayani apa yang pemustaka inginkan, pemustakapun sekarang bisa lebih leluasa melakukan self service, website yang ada selalu diupdate dan lebih hidup lagi, ruang koleksi yang biasanya selalu lebar dan besar kini mengecil menjadi sedikit yang dijadikan tempat koleksi.
     Perpustakaan yang dianggap baik saat ini memberikan entertainment, education, escapism, estetichs. Tren pembelajaran yang ada juga berubah menjadi fleksibilitas dan modularitas, intergrasi dengan layanan lain, e-everything, food and drink, maker space dan terus meningkatkan layanan pribadi.

Kamis, 20 September 2018

Pentingnya Pemilihan Rak Secara Tepat

        Perpustakaan masih identik dengan berbagai rak yang berjajar dan berisi tumpukan buku yang jarang tertata. hal ini masih menjadi stigma yang selalu terbayang di benak pemustaka ketika berbicara tentang perpustakaan.sebagai pustakawan hendaknya menghapuskan stigma yang telah tertancap di benak pemustaka. Desain tata rak dan pemilihan jenis rak bisa menjadi salah satu solusi agar perpustakaan menjadi lebih efektif dalam menentukan jumlah rak yang terkadang sering terlihat kosong di berbagai sisinya atau bahkan terlalu sempit untuk pemustaka dapat mengambil buku yang diinginkan.
       Dibutuhkan berbagai macam perhitungan agar dapat memilih jenis rak yang cocok untuk sebuah perpustakaan. Beberapa menggunakan teori perhitungan matematika sederhana juga mengacu pada jumlah rata-rata volume perunit rak.Juga harus memperhatikan berbagai aspek yakni
      1. Lebar, kedalaman lorong kebutuhan untuk unit yang direncanakan.
      2. Ruang, penentuan jumlah rak juga harus memperhatikan luas dari ruang yang tersedia       ditambah space untuk pengunjung dapat leluasa mencari kebutuhannya.
      3. Bentuk, rak yang sering digunakan yakni berbentuk persegi dan ditata menyesuaikan bentuk ruangan.
      4. Kapasitas, jumlah buku yang ditampung per unit rak juga harus diperhitungkan.
      
      Jenis bahan, ada 2 pilihan rak yang dapat dipakai untuk pilihan bahan rak yakni kayu dan baja :
Cantilever gaya baja. sistem rak kantilever, atau braket,rak yang paling banyak digunakan pada koleksi penyimpanan multimedia. Jenis rak ini cukup standar dan sangat kuat,sangat fleksibel dan solusi yang paling ekonomis untuk rak perpustakaan.
Dari kayu kelebihannya produk kayu relatif murah dan dapat disesuaikan dengan pesanan.

Selasa, 18 September 2018

DOKUMEN DALAM ORGANISASI MODERN

Organisasi merupakan suatu perkumpulan masyarakat yang mempunyai tujuan yang sama. Dalam organisasi, masyarakat dituntut untuk bekerja sama satu sama lain. Ada beberapa hal penting yang harus di perhatikan dalam suatu organisasi yaitu:
1) Proses (tugas)
2) Struktur
3) Alat
4) Orang
Empat hal tersebut adalah komponen-komponen dasar yang sangat mempengaruhi jalannya organisasi. Sebab, empat hal tersebut saling berhubungan satu sama lain.
Di era yang sudah serba modern ini, teknologi-teknologi baru sangatlah berpengaruh terhadap adanya organisasi. Sebab laju perubahan teknologi sangat mempengaruhi perubahan sikap sosial yang terjadi di masyarakat, termasuk dalam ekonomi, lingkungan sosial, pendidikan, dan persaingan yang terjadi baik skala kecil maupun besar. Salah satu contoh nyatanya adalah beralihnya kiblat masyarakat yang dahulunya adalah masyarakat industri, sekarang menjadi masyarakat informasi. yaitu masyarakat yang berlomba-lomba mengetahui, mencari, mengembangkan informasi-informasi yang ada. siapa orang yang lebih paham akan informasi yang terbaru dan aktual maka akan lebih dianggap penting dan berpengaruh.Teknologi yang sudah modern ini juga mempunya kontribusi yang penting terhadap peningkatan produktivitas perkantoran, sebab dewasa ini setiap institusi bersaing dalam setiap hal, entah bisnis, pendidikan, atau perekonomian. Tentunya, setiap perkantoran atau lembaga-lembaga yang sedang mengembangkan usahanya butuh suatu dokumen atau tempat penyimpanan yang rapi dan aman. Baru-baru ini sedang ramai diperbincangkan yaitu institutional repositories (IR) yang merupakan koleksi digital yang melestarikan dan menyediakan akses output intelektual suatu institusi. penyimpanan ini sangat efektif dalam suatu lembaga atau institusi karena sangat mudah digunakan dan efektif. ada lima fitur inti dari repositori institutional yaitu konten digital, dipicu oleh komunitas dan terfokus, didukung secara institutional, tahan lama dan permanen, konten yang dapat diakses.

Kamis, 13 September 2018

Menciptakan Titik Nyaman Sebuah Perpustakaan


                Dari berbagai jenis perpustakaan, yang tumbuh subur dalam pengembangannya adalah perpustakaan perguruan tinggi, hal ini dapat dimaklumi karena perpustakaaan Perguruan tinggi rata-rata mendapatkan perhatian yang lebih dari Lembaga Induknya yaitu Perguruan Tinggi, Sampai saat ini Perpustakaan perguruan tinggi rata-rata pengelolannya masih terfokus pada bentuk layanan serta pengelolaan koleksi, aspek desain interior seringkali menjadi hal yang ke sekian sehingga tidak mendapat perhatian khusus, padahal kenyamanan serta kelengkapan sarana sangat memotivasi dan menjadi alasan mahasiswa untuk mendayagunakan sebuah perpustakaan atau dengan kata lain penting tidaknya perpustakaan serta penghargaannya ditentukan oleh penilaian pemustaka, jika apa yang diinginkan mahasiswa dalam kaitannya kebutuhan informasi serta sarana diperpustakaan terpenuhi maka perpustakaan telah menjadi perpustakaan yang ideal dan user oriented

                        Agar menghasilkan penataan interior perpustakaan secara optimal  maka berbagai  aspek-aspek berikut harus menjadi pertimbangan dalam menunjang tugas perpustakaan yaitu:
a)      Aspek fungsional
Penataan interior harus mampu mendukung kinerja perpustakaan secara keseluruhan baik bagi petugas maupun bagi pengunjung perpustakaan serta penataan interior dapat tercipta secara optimal. Kelengkapan utama serta dalam layanan sebuah perpustakaan harus tersedia, dalam hal ini gedung, ruangan, meja, kursi serta perlengkapan kenyamanan seperti penyejuk ruangan serta akses wifi. Saat ini aspek kenyamanan serta kelengkapan fasilitas sangat diutamakan oleh mahasiswa.
b)      Aspek psikologi pengguna
Bertujuan agar pengguna perpustakaan merasa nyaman, dan tenang serta leluasa bergerak di perpustakaan. berdasarkan wawancara di perpustakaan fakultas, mahasiswa rata-rata pada awalnya berkunjung ke perpustakaan adalah mencari tempat yang tenang dan nyaman untuk sekedar browsing internet maupun berdiskusi, tetapi ketika di perpustakaan ditemui sebuat tempat yang nyaman dan akses wifi tak terbatas maka timbul perasaan nyaman, hal ini akan menimbulkan niat lain untuk belajar serta termotivasi untuk berkunjung kembali. Dalam hal psikologi pemustaka.
c)      Aspek estetika
         Penataan interior yang indah, serasi, bersih dan terang tanpa mengindahkan faktor fungsionalnya dapat mempengaruhi kenyamana pengunjung yang berada di perpustakaan. Dalam sebuah gedung dimana perpustakaan berada, aspek estetika terdiri dari warna ruangan, hiasan serta pernik-pernik display merupakan hal yang tidak kalah penting, pemilihan warna yang baik akan menumbuhkan mood untuk belajar atau menimbulkan ketenangan yang mendukung untuk belajar.
d) Aspek keamanan bahan pustaka
         Keamaan bahan pustaka harus terjaga dengan baik, agar terhindar dari kerusakkan secara alami dan kerusakan/kehilangan bahan pustaka karena faktor manusia. Dengan penataan interior yang baik maka aspek keamanan bahan pustaka akan terjamin, penerapan interior dalam keamanan bahan pustaka yaitu dengan menata bagian layanan serta kantor perpustakaan berhadapan langsung dengan meja baca serta tempat rak koleksi dengan pertimbangan secara tidak langsung akan saling mengawasi antara pemustaka dengan pustakawan, sehingga aspek keamanan bahan pustaka lebih terjamin.
Selain hal diatas terdapat perencanan dan desain perpustakaan, yaitu:
a.Flexible / fleksibilitas yaitu Bentuk ruangan perpustakaan dapat memenuhi segala dan sesuai dengan keinginan pengguna perpustakaan. Dalam penataan interior, ruang bisa  diubah-ubah pada saat yang diperlukan.
b.Compactness / kekompakan bentuk yaitu Penataan interior dapat dijangkau ke segala arah dan dapat diubah sesuai dengan kebutuhan serta meminimalisir ruang yang tidak dimanfaatkan.
c.Accessable / mudah dijangkau Penataan interior perpustakaan ditata agar mudah dijangkau oleh pengguna  perpustakaan.
d. Extendable / mudah diperluas atau dikembangkan. Yaitu Penataan ruangan / bangunan harus dapat diperluas manakala diperlukan, paling tidak untuk 10 tahun yang akan datang.
e.Variety yaitu Perencanaan desain interior untuk berbagai jenis ruangan
f.Organized yaitu Terdapat pembagian tugas dan terorganisir sesuai dengan tugasnya tersebut.
g.Comfortable / kenyamanan yaitu Interior ditata untuk kenyamanan penguna tanpa mengganggu aktifitas.
h. Constant in environment yaitu Penataan interior harus konstan terhadap lingkungan dan suhu ruangan harus harus terjaga dengan baik.
i. Security and safety yaitu Keamanan ruang perpustakaan harus diperhatikan.
j.Economy yaitu Pendanaan dalam perpustakaan dibuat seminim mungkin tetapi kegiatan dibuat semaksimal mungkin.
(Ir)
  


Rabu, 12 September 2018

Press Release


KONFERENSI PERS “Pengadaan Koleksi Buku”
KMJ IPII
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
TULUNGAGUNG

Pendahuluan

Buku mengandung informasi ilmu pengetahuan yang tersirat maupun tersurat. Ilmu pengetahuan dibutuhkan oleh semua orang, untuk mendapatkan pengetahuan baru. Setiap kehidupan pasti membutuhkan sebuah pengetahuan. Seiring perkembangan dunia informatika orang tidaklah kesulitan dalam mencari sumber pengetahuan. Di zaman sekarang teknologi yang canggih, hanya dengan smartphone dapat mengetahui berbagai informasi pengetahuan dari internet. Informasi dari internet tidaklah semuanya benar, sehingga perlu untuk disaring kembali kebenarannya. Dengan adanya internet akan menimbulkan dampak ketergantungan bagi penggunanya. Walaupun demikian buku masih dibutuhkan dalam hal pencarian informasi.
Sebagai jurusan ilmu perpustakaan sudah tidak asing lagi dengan hal-hal yang berhubungan dengan buku. Komunitas Mahasiswa Jurusan (KMJ) ilmu perpustakaan dan informasi islam akan mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan buku dan ilmu pengetahuan. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah membaca buku untuk umum. Dalam kegiatan tersebut akan disediakan berbagai macam jenis buku yang dapat dijadikan sebagai bahan bacaan. Kegiatan ini di buka untuk umum, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat mengikuti kegiatan tersebut. Akan tetapi buku tidak dapat di pinjam untuk di bawa pulang, hanya dapat di baca di tempat diselenggarakannya kegiatan membaca ini.
Untuk koleksi buku, sementara ini masih didapatkan melalui pemberian dari mahasiswa kelas ilmu perpustakaan dan informasi islam sendiri. Setiap mahasiswa dibebankan mininal satu buku. Koleksi buku yang sudah didapatkan akan dirawat dan dijaga agar tidak rusak. Sehingga buku yang digunakan dalam kegiatan membaca adalah buku yang dalam kondisi baik. Walaupun jurusan ilmu perpustakaan dan informasi islam masih baru, tetapi kami akan belajar dalam pengolahan bahan pustaka (buku) dengan baik dan benar.
A.   RENCANA PROGRAM KOMUNIKASI
Untuk mempublikasikan rencana kegiatan “Pengadaan Koleksi Buku” ini, maka akan diselenggarakan konferensi pers dan juga akan diadakan diskusi dengan Ibu Darisy Syafa’ah selaku Sekjur IPII.
Waktu:  pukul 10:00  s/d selesai 10 - oktober 2018)
Tempat: Gd Arief Mustaqiem U – 21
B.   MEDIA YANG DIUNDANG
A.    Dimensi Pers
B.    Radio Genius Fm
C.   Divisi Jarkom KMJ IPII
C.   TUJUAN
Guna memberi pemahaman kepada para mahasiswa tentang urgensi diadakanya acara ini.


D.   ANGGARAN DANA
No.
Kebutuhan
Anggaran Biaya
1.     
Kesekretariatan (Proposal)
Rp. 10.000
2.     
Pembuatan Banner (ukuran 1 x 0,5 M)
Rp. 100.000
3.     
Stempel
Rp. 50.000
4.     
Buku Katalog
Rp. 15.000

Jumlah
Rp. 175.000


1.    Pemasukan               : Rp. 175.000
     2.   Pengeluaran              : Rp. 175.000
Jumlah                           :               0
(Ir)

Selasa, 11 September 2018

BERBAGAI JENIS DOKUMEN DAN PENJELASANNYA


Pengertian dokumen secara singkat adalah bentuk rekaman yang dapat dijadikan alat bukti. Rekaman tersebut beraneka ragam bentuknya, namun umumnya berupa surat. Dokumen digunakan untuk mendukung keterangan akan suatu keadaan sehingga posisi keadaan lebih meyakinkan. Keberadaan dokumen sangat penting karena terbatasnya kemampuan manusia.
Dokumen mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, yang pertama adalah memberikan informasi kepada pihak-pihak yang membutuhkan, membantu pihak manajemen atas proses pengambilan keputusan, memiliki nilai hukum sehingga bisa dijadikan bukti atas apa yang sudah kita lakukan atau kerjakan, memberi pedoman untuk menyelesaikan masalah atau pekerjaan tertentu, dan membantu dalam proses penyelesaian pekerjaan kantor.
Ditinjau dari penelitian, jenis dokumen dapat dibagi menjadi tiga, yaitu dokumen primer, dokumen sekunder, dan dokumen tersier. Dokumen primer adalah dokumen yang berisi informasi penelitian langsung dari sumbernya. Contoh dari dokumen primer paten penelitian, laporan, disertasi, kertas kerja. Dokumen sekunder merupakan dokumen yang berisi informasi mengenai literatur primer. Contoh bibliografi. Sedangkan dokumen tersier adalah dokumen yang berisikan informasi yang mengenai literatur sekunder, contohnya adalah buku teks dan buku panduan literatur.
Selain ditinjau dari penelitian, dokumen juga bisa ditinjau dari kepentingannya. terdapat empat jenis dokumen, yakni:
a) dokumen pribadi, yaitu dokumen yang menyangkut kepentingan pribadi atau perorangan. contohnya adalah KTP, SIM, dan Ijazah.
b) dokumen niaga, merupakan dokumen yang berkaitan dengan perniagaan yang berupa surat-surat berharga yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran. contohnya adalah cek, obligasi, saham, faktur, kuitansi, surat pengantar, dll.
c) dokumen sejarah, merupakan dokumen yang berkaitan dengan sejarah yang berupa catatan penting sebagai alat pembuktian peristiwa yang terjadi pada masa lampau. contohnya adalah fosil, tugu, rekaman film perjuangan, autobiografi dan naskah proklamasi.
d) dokumen pemerintah, dokumen pemerintah meliputi dokumen yang berisi tentang informasi ketatanegaraan suatu pemerintahan. contohnya adalah keputusan presiden, undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah dan perjanjian kerjasama antar negara.

Kamis, 06 September 2018

Desain Tata Ruang Perpustakaan


Tata berarti peraturan, atau penyusunan. Sedangkan gedung atau ruangan perpustakaan adalah bangunan yang sepenuhnya diperuntukkan bagi seluruh aktivitas sebuah perpustakaan. Segala sesuatu yang berada dalam ruangan yang dibuat dan diatur sebagai wadah dalam suatu kegiatan dalam melakukan kegiatan adalah arti dari tata ruang. Sedangkan tata ruang perpustakaan adalah usaha untuk mengatur dan menyusun ruangan perpustakaan dengan sedemikian rupa sehingga dapat tercipta suasana yang indah, rapi, bersih, aman dan nyaman bagi pengguna maupun pustakawan” (UU No. 24 Th.1992).
Bentuk tata ruang yang paling efektif adalah bentuk bujur sangkar, karena paling mudah dalam pengaturan perabot terutama bila rak buku yang dimiliki banyak dan lalu lintas ramai. Bentuk ini juga paling mudah dan dalam pengaturan pencahayaan/penerangan. Merencanakan tata ruang harus didasari dengan hubungan antar ruang yang dipandang dari segi efisiensi, alur kerja, mutu layanan, keamanan dan pengawasan.
Gedung perpustakaan merupakan salah satu sarana penunjang dalam penyelenggaraan perpustakaan. Gedung merupakan tempat segala aktivitas dari program perpustakaan dirancang dan diselenggarakan.
Faktor- Faktor yang mempengaruhi dalam pembuatan gedung antara lain :
1. Perkembangan perpustakaan yang cepat menuntut pemikiran yang cermat atas daya tampung dan kemungkinan perluasan gedung perpustakan untuk masa kini maupun apa yang diproyeksikan dimasa depan. Bahan pustaka yang sudah dibeli dan diputuskan untuk menjadi koleksi perpustakaan perlu di pelihara terus sampai ada keputusan untuk dikeluarkan kembali. Masa pakai koleksi perpustakaan di Indonesia, pada umumnya sangat panjang, bahkan tidak jarang perpustakaan memutuskan untuk tetap memelihara dan merawat bahan pustaka menjadi koleksi perpustakaan meski usianya sudah puluhan atau ratusan tahun.
2. Untuk membuat suatu gedung perpustakaan diperlukan pengetahuan yang cukup tentang segala aspek yang merupakan ciri khas gedung perpustakaan yang bersangkutan, baik aktivitas yang harus dijalankan maupun segi-segi teknologi yang telah masuk dalam dunia perpustakaan.
3. Gedung/ Luasan ruang
Jumlah Mahasiswa  Luas Ruangan (m2)
>1.000                        200
1.000 – 2.500             500
2.501 – 5.000             1000
5.001 – 7.500             1.500
7.501 –10.000            2.000
10.001 –20.000          4.000

4. Ruang
Komposisi Ruang perpustakaan meliputi :
1. Area koleksi 45%
2. Area membaca 25%
o Area pengolahan atau sirkulasi 10%
o Area lain/toilet, gudang, lobi 20%

sumber:  Wayan Dhanur Jaya,. 2015. Kajian Tata Ruang Perpustakaan Institut Seni Indonesia. Jurnal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana. Hal 2-3. (Ir)

Rabu, 05 September 2018

Feature Profil Khoirul Mas Hudha


SEKECIL APAPUN KESEMPATAN ITU MANFAATKAN

 Choi, begitulah teman-temanya sering memanggil dirinya, pria kelahiran Malang 26 agustus 1998 ini lahir di desa bernama Kesamben dari 4 bersaudara, ia terlahir dari keluarga yang sederhana. Pria yang sekarang melanjutkan studi S1nya di IAIN Tulungagung ini mempunyai hobi yang berhubungan dengan kamera mulai dari videografi, perfilman dan fotografi. “ Hidup ini harus dijalani apa adanya. Kerja keras dan tekun memang harus, namun tidak boleh ngoyo. Nggak usah target-targetan, toh hasil itu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Pokoknya, kalau berkerja baik dan jujur, hasilnya  insya Allah akan baik”.  Demikian ungkap pria dengan nama lengkap Khoirul Mas Hudha ini.
 Pria bertubuh kecil dengan tinggi yang minim ini tak jarang terlihat paling mini diantara teman sebayanya. dia merupakan sosok yang ramah, sering membantu dalam berbagai kesulitan orang lain. Sikap suka membantu ini tumbuh dari motivasi sang kakak “bantulah sekecil apapun yang kamu bisa maka hal besar akan datang padamu”, tak jarang dia berusaha membantu orang yang sedang tertimpa kesusahan walau kadang apa yang ingin dia bantu tak semulus niatnya. Pernah suatu ketika diperjalanan ia menemui seorang pengendara mendorong kendaraanya melewati tanjakan yang cukup tinggi, niat hatinya ingin menolong tetapi saat itu dia harus mengantarkan ibunya menuju pasar, dia memutuskan untuk mengantar ibunya terlebih dahulu setelah kembali dari pasar orang tersebut didapatinya telah berada di bengkel, padahal ia sudah berusaha secepatnya menuju kesana. Tapi hal ini tak menyurutkan semangatnya untuk tetap menolong orang yang sedang kesusahan.
Dalam setiap kehidupanya pemuda ini berkeyakinan bahwa apapun jalan hidupnya tak lepas dari jalan sang Maha Esa dan doa kedua  orangtuanya. Tak jarang pemuda yang baru dewasa ini mengalami keraguan di setiap pilihan, apalagi saat menentukan pilihan studinya. Di awal masuk sekolah menengah atas ia merasa sedikit ragu dengan pilihanya, karena sebenarnya keinginannya bukan melanjutkan disana, tetapi jalan yang Allah berikan memang selalu tepat walau tak cepat disekolah islam ini dia mengalami perkembangan yang cukup pesat mulai dari tumbuhnya minat dalam bidang keorganisasian hingga hampir seluruh ekstra di sekolah itu ia ikuti, tak jarang dia ditunjuk sebagai seorang pemimpin dalam berbagai organisasi. Tak cukup sampai disana, pria kecil ini kini dibangku perkuliahan juga mendapat mandat dari teman-temanya untuk memimpin organisasi jurusan di kampusnya. Ia menjabat sebagai ketua umum organisasi ini, ia beranggapan sekecil apapun kesempatan yang ada jangan sampai terlewatkan.
Di bangku SMA dulu dia juga pernah menjuarai lomba perfilman hingga tingkat provinsi, hal ini tak pernah disangkanya sebelumnya dia hanya mencoba mengambil kesempatan yang dipercayakan kepadanya. Di pagi hari sabtu seperti biasanya di SMA ini tidak ada jam dikelas tetapi mereka di beri pembekalan kejuruan bernama Empowering Class, ia tak menyangka dia deberi tugas mewakili sekolahnya mengikuti lomba film pendek tingkat kabupatenia, ia ditemani dua temannya berusaha semaksimal mungkin terus berlatih demi mengharumkan nama sekolahnya. Hampir setiap akhir sesi kelas mereka tetap berada disana untuk menerima bimbingan tambahan untuk bekal lomba. Hal ini mereka ikuti dengan penuh semangat, tak jarang mereka harus pulang menjelang malam. Tetapi semua itu ikhlas mereka lakukan demi hasil yang terbaik. Saat hari H lomba, dengan penuh percaya diri bersama kontingen dari berbagai lomba yang diikuti mereka menuju tempat perlombaan. Mereka melakukan semua seperti yang telah di instruksikan pembimbing di dalam latihannya. Ia berusaha melakukan setiap pekerjaanya dengan maksimal untuk hasilnya ia bertawakal kepada yang Maha Kuasa. Tak ada proses yang menghianati hasil, juara 1 mampu mereka raih di akhir sesi perlombaan. Mereka berlanjut melaju ke tingkat provinsi dengan berbekal semangat yang tinggi.
Choi telah menunjunjukan bahwa kesempatan sekecil apapun jangan sampai kita lewatkan, karena kita belum mengerti jalan yang Tuhan telah berikan kepada kita. Tetap berusaha semaksimal mungkin, untuk urusan hasil serahkan kepada yang maha kuasa. (Ir)


Selasa, 04 September 2018

Pengertian Arsip


Arsip adalah catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi dengan berbagai macam bentuk yang dibuat oleh lembaga, organisasi maupun perseorangan dalam  rangka pelaksanaan kegiatan. Arsip dapat berupa surat, warkat, akta, piagam, buku, dan sebagainya, yang dapat dijadikan bukti sahih untuk suatu tindakan dan keputusan. Dengan adanya perkembangan teknologi, arsip dapat berbentuk audio, video dan digital.

Seperti diatur dalam undang-undang no 7 tahun 1971 tentang “ ketentuan pokok kearsipan” pada bab 1 pasal 1 berbunyi sebagai berikiut:
Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara dan badan-badan pemerintahan dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintah.
Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh badan-badan swasta dan/atau perorangan dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok , dalam rangka pelaksanaan kebangsaan.
      Mengingat jumlah arsip yang semakin banyak dibuat dan diterima oleh lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan maka diperlukan manajemen pengelolaan arsip yang lebih dikenal dengan sistem kearsipan melalui beberapa pekerjaan atau kegiatan untuk mengelola arsip yang ada.

     Pengertian kearsipan adalah pengelolaan catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi yang memiliki nilai kegunaan dengan teratur dan terencana baik itu arsip yang dibuat maupun diterima, agar mudah ditemukan kembali jika diperlukan. Sistem kearsipan yang diselenggarakan secara optimal akan memperlancar kegiatan dan tujuan lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan. 

Macam – macam arsip
Values for  historycal use
Values for  legal use.
Values for  administrative use
Values for  operating use
Values for  research

Rabu, 29 Agustus 2018

Menyemai Literasi Membangun Karakter Insani


Semakin hari menjamurnya smartphone menjadikan masyarakat semakin berubah  pola kehidupanya. Sekarang tidak hanya orang-orang dewasa yang teracuni oleh kehadiran gadget, mulai dari lansia hingga balita semua telah terbius dengan hadirnya kecanggihan teknologi ini. Coba kita telisik ke belakang kehidupan tanpa ada gadget membuat seseorang  lebih peduli dengan keadaan lingkungan sekitar. Fakta tentang hal ini sangat jarang kita jumpai di zaman sekarang. Tetapi bukan keseluruhan dari perkembangan teknologi itu buruk bagi kehidupan, lantas faktor apa yang membuat kehadiran teknologi membuat pola hidup masyarakat menjadi buruk.?
Masa kecil merupakan masa yang sangat menyenangkan, dimana kehidupan kita hanya diisi kesenangan bersama teman. Di masa kecil interaksi antar teman sebaya membuat kita mengerti apa arti berbagi, apa arti sebuah kawan, ketika salah satu teman kita sakit kita akan ikut merasa sedih.  Walaupun mungkin masa kecil kita dulu tak jarang badan ini kotor dan lusuh. Tak jarang juga tempat bermain kita berada di areal persawahan, sungai, pekarangan di dekat rumah. Keseruan saat bermain bola walaupun hanya sebatas batu bata untuk gawang, tanpa ada wasit, dan permainan berhenti ketika bola hilang dan berakhir ketika adzan mulai berkumandang.
Tetapi coba kita lihat keadaan anak-anak zaman sekarang, kehadiran gadget merubah segalanya. Tempat bermain mereka tak sama dengan masa kita dahulu. Kini tempat berkumpul mereka adalah dimana ada wi-fi gratis atau  bila mereka dari kalangan yang mampu mereka akan berdiam dirumah dengan gadget yang jarang jauh dari tangan. Mereka jarang sekali melakukan interaksi sosial bersama teman sebaya. Akibatnya anak-anak hanya berkutat di dunia maya mulai dari social media, game online, bahkan aplikasi-aplikasi yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi mereka dengan bebasnya dapat mereka akses dengan mudah.
Kehadiran teknologi yang semakin canggih bukan merupakan satu-satunya faktor yang membentuk karakter diri seseorang. Banyak faktor lain yang memberikan dampak yang besar bagi pembentukan karakter ini. Mulai dari lingkungan, pemilihan bahan literasi, serta metode  pendidikan orang tua. Di dalam pembentukan karakter seseorang  metode pendidikan serta pengawasan orang tua memegang peranan sangat penting. 
Orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak, bila orang tua mengerti bahan literasi yang cocok untuk anaknya, seorang anak akan terbentuk jiwa yang kuat. Pemilihan bahan literasi ini disesuaikan dengan umur serta keinginan orang tua menjadikan anak seperti apa. Kesalahan dalam memberikan bahan literasi akan berdampak sangat buruk, apalagi jika sampai sang anak tidak dalam pengawasan orang tua saat memilih bahan literasi.
Masa muda memang masa dimana seseorang mempunyai rasa keingin tahuan yang sangat kuat, dimasa inilah para generasi penerus bangsa sering salah mengambil contoh yang baik. Disaat rasa keingin tahuan mereka tinggi, dasar yang dimiliki belum kuat serta pengawasan orang tua yang sangat minim. Sehingga mereka mudah terjerumus dalam hal yang tidak di inginkan, yang seharusnya mereka memperbanyak literasi untuk memperkaya pengetahuan dan komunikasi untuk menumbuhkan jiwa sosial, namun sebaliknya dengan adanya gadget mereka lebih suka membaca status daripada membaca buku, dan mereka lebih suka interaksi dalam media maya yang mana tidak mengandalkan suara bercakap-cakap melainkan mengandalkan tulisan tangan untuk berinteraksi sehingga dengan adanya gatget membatasi ruang gerak kita untuk mengolah pola pikir mereka, serta lupa menggali potensi dalam diri mereka dan mematikan daya kreatifitas mereka.
Pada akhirnya, arus modernisasi mau tidak mau harus diterima dengan segala konsekuensinya. Tugas generasi penerus bangsa adalah menjawa tantangan tersebut. Bagaimanpun, kepribadian kuat generasi muda terbentuk karena realitas yang mendukung untuk melakukan transformasi sosial: tantangan dan tuntunan. Ketika eksistensi bangsa ini semakin rapuh,maka seorang generasi muda berkewajiban melakukan pembaharuan.
Untuk itu sudah saatnya kita menggalakan serius budaya literasi yakni budaya membaca dan menulis. Dengan budaya literasi, generasi muda menjadi lebih baik dan bisa memahami apa yang mereka lakukan dan apa yang harus mereka kerjakan. Mari meningkatkan budaya literasi untuk berperan aktif dalam menyemai budaya baca tulis di lingkungan sekitar, membangun iklim yang lebih produkti, berperadaban dan berkemajuan

Katalogisasi Non Buku

KATALOGISASI NON BUKU Pengertian Katalog Katalog merupakan sarana temu kembali yang merupakan wakil dokumen bagi koleksi perpustakaan, b...