Perkembangan teknologi selalu menimbulkan dua sisi mata pisau yang sama tajam. Teknologi memberikan inovasi yang cukup memuaskan bagi pengguna tetapi hal ini tak jarang membuat kontroversi karena efek negatif yang ditimbulkan. Perkembangan perpustakaan tak lepas dari peran teknologi yang perkembangannya semakin melaju tanpa bisa dihentikan. Berbagai paradigma yang selama ini menghantui pemustaka perlahan mulai bergeser menjadi paradigma modern yang fleksibel dan mengikuti apa yang diinginkan pemustaka. Pustakawan yang biasanya hanya duduk didepan meja komputer sekarang dituntut untuk selalu melayani apa yang pemustaka inginkan, pemustakapun sekarang bisa lebih leluasa melakukan self service, website yang ada selalu diupdate dan lebih hidup lagi, ruang koleksi yang biasanya selalu lebar dan besar kini mengecil menjadi sedikit yang dijadikan tempat koleksi.
Perpustakaan yang dianggap baik saat ini memberikan entertainment, education, escapism, estetichs. Tren pembelajaran yang ada juga berubah menjadi fleksibilitas dan modularitas, intergrasi dengan layanan lain, e-everything, food and drink, maker space dan terus meningkatkan layanan pribadi.
Kamis, 27 September 2018
Kamis, 20 September 2018
Pentingnya Pemilihan Rak Secara Tepat
Perpustakaan masih identik dengan berbagai rak yang berjajar dan berisi tumpukan buku yang jarang tertata. hal ini masih menjadi stigma yang selalu terbayang di benak pemustaka ketika berbicara tentang perpustakaan.sebagai pustakawan hendaknya menghapuskan stigma yang telah tertancap di benak pemustaka. Desain tata rak dan pemilihan jenis rak bisa menjadi salah satu solusi agar perpustakaan menjadi lebih efektif dalam menentukan jumlah rak yang terkadang sering terlihat kosong di berbagai sisinya atau bahkan terlalu sempit untuk pemustaka dapat mengambil buku yang diinginkan.
Dibutuhkan berbagai macam perhitungan agar dapat memilih jenis rak yang cocok untuk sebuah perpustakaan. Beberapa menggunakan teori perhitungan matematika sederhana juga mengacu pada jumlah rata-rata volume perunit rak.Juga harus memperhatikan berbagai aspek yakni
1. Lebar, kedalaman lorong kebutuhan untuk unit yang direncanakan.
2. Ruang, penentuan jumlah rak juga harus memperhatikan luas dari ruang yang tersedia ditambah space untuk pengunjung dapat leluasa mencari kebutuhannya.
3. Bentuk, rak yang sering digunakan yakni berbentuk persegi dan ditata menyesuaikan bentuk ruangan.
4. Kapasitas, jumlah buku yang ditampung per unit rak juga harus diperhitungkan.
Jenis bahan, ada 2 pilihan rak yang dapat dipakai untuk pilihan bahan rak yakni kayu dan baja :
Cantilever gaya baja. sistem rak kantilever, atau braket,rak yang paling banyak digunakan pada koleksi penyimpanan multimedia. Jenis rak ini cukup standar dan sangat kuat,sangat fleksibel dan solusi yang paling ekonomis untuk rak perpustakaan.
Dari kayu kelebihannya produk kayu relatif murah dan dapat disesuaikan dengan pesanan.
Dibutuhkan berbagai macam perhitungan agar dapat memilih jenis rak yang cocok untuk sebuah perpustakaan. Beberapa menggunakan teori perhitungan matematika sederhana juga mengacu pada jumlah rata-rata volume perunit rak.Juga harus memperhatikan berbagai aspek yakni
1. Lebar, kedalaman lorong kebutuhan untuk unit yang direncanakan.
2. Ruang, penentuan jumlah rak juga harus memperhatikan luas dari ruang yang tersedia ditambah space untuk pengunjung dapat leluasa mencari kebutuhannya.
3. Bentuk, rak yang sering digunakan yakni berbentuk persegi dan ditata menyesuaikan bentuk ruangan.
4. Kapasitas, jumlah buku yang ditampung per unit rak juga harus diperhitungkan.
Jenis bahan, ada 2 pilihan rak yang dapat dipakai untuk pilihan bahan rak yakni kayu dan baja :
Cantilever gaya baja. sistem rak kantilever, atau braket,rak yang paling banyak digunakan pada koleksi penyimpanan multimedia. Jenis rak ini cukup standar dan sangat kuat,sangat fleksibel dan solusi yang paling ekonomis untuk rak perpustakaan.
Dari kayu kelebihannya produk kayu relatif murah dan dapat disesuaikan dengan pesanan.
Selasa, 18 September 2018
DOKUMEN DALAM ORGANISASI MODERN
Organisasi merupakan suatu perkumpulan masyarakat yang mempunyai tujuan yang sama. Dalam organisasi, masyarakat dituntut untuk bekerja sama satu sama lain. Ada beberapa hal penting yang harus di perhatikan dalam suatu organisasi yaitu:
1) Proses (tugas)
2) Struktur
3) Alat
4) Orang
Empat hal tersebut adalah komponen-komponen dasar yang sangat mempengaruhi jalannya organisasi. Sebab, empat hal tersebut saling berhubungan satu sama lain.
Di era yang sudah serba modern ini, teknologi-teknologi baru sangatlah berpengaruh terhadap adanya organisasi. Sebab laju perubahan teknologi sangat mempengaruhi perubahan sikap sosial yang terjadi di masyarakat, termasuk dalam ekonomi, lingkungan sosial, pendidikan, dan persaingan yang terjadi baik skala kecil maupun besar. Salah satu contoh nyatanya adalah beralihnya kiblat masyarakat yang dahulunya adalah masyarakat industri, sekarang menjadi masyarakat informasi. yaitu masyarakat yang berlomba-lomba mengetahui, mencari, mengembangkan informasi-informasi yang ada. siapa orang yang lebih paham akan informasi yang terbaru dan aktual maka akan lebih dianggap penting dan berpengaruh.Teknologi yang sudah modern ini juga mempunya kontribusi yang penting terhadap peningkatan produktivitas perkantoran, sebab dewasa ini setiap institusi bersaing dalam setiap hal, entah bisnis, pendidikan, atau perekonomian. Tentunya, setiap perkantoran atau lembaga-lembaga yang sedang mengembangkan usahanya butuh suatu dokumen atau tempat penyimpanan yang rapi dan aman. Baru-baru ini sedang ramai diperbincangkan yaitu institutional repositories (IR) yang merupakan koleksi digital yang melestarikan dan menyediakan akses output intelektual suatu institusi. penyimpanan ini sangat efektif dalam suatu lembaga atau institusi karena sangat mudah digunakan dan efektif. ada lima fitur inti dari repositori institutional yaitu konten digital, dipicu oleh komunitas dan terfokus, didukung secara institutional, tahan lama dan permanen, konten yang dapat diakses.
1) Proses (tugas)
2) Struktur
3) Alat
4) Orang
Empat hal tersebut adalah komponen-komponen dasar yang sangat mempengaruhi jalannya organisasi. Sebab, empat hal tersebut saling berhubungan satu sama lain.
Di era yang sudah serba modern ini, teknologi-teknologi baru sangatlah berpengaruh terhadap adanya organisasi. Sebab laju perubahan teknologi sangat mempengaruhi perubahan sikap sosial yang terjadi di masyarakat, termasuk dalam ekonomi, lingkungan sosial, pendidikan, dan persaingan yang terjadi baik skala kecil maupun besar. Salah satu contoh nyatanya adalah beralihnya kiblat masyarakat yang dahulunya adalah masyarakat industri, sekarang menjadi masyarakat informasi. yaitu masyarakat yang berlomba-lomba mengetahui, mencari, mengembangkan informasi-informasi yang ada. siapa orang yang lebih paham akan informasi yang terbaru dan aktual maka akan lebih dianggap penting dan berpengaruh.Teknologi yang sudah modern ini juga mempunya kontribusi yang penting terhadap peningkatan produktivitas perkantoran, sebab dewasa ini setiap institusi bersaing dalam setiap hal, entah bisnis, pendidikan, atau perekonomian. Tentunya, setiap perkantoran atau lembaga-lembaga yang sedang mengembangkan usahanya butuh suatu dokumen atau tempat penyimpanan yang rapi dan aman. Baru-baru ini sedang ramai diperbincangkan yaitu institutional repositories (IR) yang merupakan koleksi digital yang melestarikan dan menyediakan akses output intelektual suatu institusi. penyimpanan ini sangat efektif dalam suatu lembaga atau institusi karena sangat mudah digunakan dan efektif. ada lima fitur inti dari repositori institutional yaitu konten digital, dipicu oleh komunitas dan terfokus, didukung secara institutional, tahan lama dan permanen, konten yang dapat diakses.
Kamis, 13 September 2018
Menciptakan Titik Nyaman Sebuah Perpustakaan
Dari
berbagai jenis perpustakaan, yang tumbuh subur dalam pengembangannya adalah
perpustakaan perguruan tinggi, hal ini dapat dimaklumi karena perpustakaaan
Perguruan tinggi rata-rata mendapatkan perhatian yang lebih dari Lembaga
Induknya yaitu Perguruan Tinggi, Sampai saat ini Perpustakaan perguruan tinggi
rata-rata pengelolannya masih terfokus pada bentuk layanan serta pengelolaan
koleksi, aspek desain interior seringkali menjadi hal yang ke sekian sehingga
tidak mendapat perhatian khusus, padahal kenyamanan serta kelengkapan sarana
sangat memotivasi dan menjadi alasan mahasiswa untuk mendayagunakan sebuah
perpustakaan atau dengan kata lain penting tidaknya perpustakaan serta
penghargaannya ditentukan oleh penilaian pemustaka, jika apa yang diinginkan mahasiswa
dalam kaitannya kebutuhan informasi serta sarana diperpustakaan terpenuhi maka
perpustakaan telah menjadi perpustakaan yang ideal dan user oriented
Agar menghasilkan penataan interior perpustakaan secara optimal maka
berbagai aspek-aspek berikut harus menjadi pertimbangan dalam menunjang
tugas perpustakaan yaitu:
a) Aspek fungsional
Penataan interior harus mampu mendukung kinerja perpustakaan
secara keseluruhan baik bagi petugas maupun bagi pengunjung perpustakaan serta
penataan interior dapat tercipta secara optimal. Kelengkapan utama serta dalam
layanan sebuah perpustakaan harus tersedia, dalam hal ini gedung, ruangan,
meja, kursi serta perlengkapan kenyamanan seperti penyejuk ruangan serta akses
wifi. Saat ini aspek kenyamanan serta kelengkapan fasilitas sangat diutamakan
oleh mahasiswa.
b) Aspek psikologi pengguna
Bertujuan agar pengguna perpustakaan merasa nyaman, dan
tenang serta leluasa bergerak di perpustakaan. berdasarkan wawancara di
perpustakaan fakultas, mahasiswa rata-rata pada awalnya berkunjung ke
perpustakaan adalah mencari tempat yang tenang dan nyaman untuk sekedar
browsing internet maupun berdiskusi, tetapi ketika di perpustakaan ditemui
sebuat tempat yang nyaman dan akses wifi tak terbatas maka timbul perasaan
nyaman, hal ini akan menimbulkan niat lain untuk belajar serta termotivasi
untuk berkunjung kembali. Dalam hal psikologi pemustaka.
c) Aspek estetika
Penataan interior yang
indah, serasi, bersih dan terang tanpa mengindahkan faktor fungsionalnya dapat
mempengaruhi kenyamana pengunjung yang berada di perpustakaan. Dalam sebuah
gedung dimana perpustakaan berada, aspek estetika terdiri dari warna ruangan,
hiasan serta pernik-pernik display merupakan hal yang tidak kalah penting,
pemilihan warna yang baik akan menumbuhkan mood untuk belajar atau menimbulkan
ketenangan yang mendukung untuk belajar.
d) Aspek keamanan bahan pustaka
Keamaan bahan pustaka
harus terjaga dengan baik, agar terhindar dari kerusakkan secara alami dan
kerusakan/kehilangan bahan pustaka karena faktor manusia. Dengan penataan
interior yang baik maka aspek keamanan bahan pustaka akan terjamin, penerapan
interior dalam keamanan bahan pustaka yaitu dengan menata bagian layanan serta
kantor perpustakaan berhadapan langsung dengan meja baca serta tempat rak
koleksi dengan pertimbangan secara tidak langsung akan saling mengawasi antara
pemustaka dengan pustakawan, sehingga aspek keamanan bahan pustaka lebih
terjamin.
Selain hal diatas terdapat perencanan dan desain
perpustakaan, yaitu:
a.Flexible / fleksibilitas yaitu Bentuk ruangan
perpustakaan dapat memenuhi segala dan sesuai dengan keinginan pengguna
perpustakaan. Dalam penataan interior, ruang bisa diubah-ubah pada saat
yang diperlukan.
b.Compactness / kekompakan bentuk yaitu Penataan
interior dapat dijangkau ke segala arah dan dapat diubah sesuai dengan
kebutuhan serta meminimalisir ruang yang tidak dimanfaatkan.
c.Accessable / mudah dijangkau Penataan interior
perpustakaan ditata agar mudah dijangkau oleh pengguna perpustakaan.
d. Extendable / mudah diperluas atau dikembangkan.
Yaitu Penataan ruangan / bangunan harus dapat diperluas manakala diperlukan,
paling tidak untuk 10 tahun yang akan datang.
e.Variety yaitu Perencanaan desain interior untuk
berbagai jenis ruangan
f.Organized yaitu Terdapat pembagian tugas dan
terorganisir sesuai dengan tugasnya tersebut.
g.Comfortable / kenyamanan yaitu Interior ditata untuk
kenyamanan penguna tanpa mengganggu aktifitas.
h. Constant in environment yaitu Penataan
interior harus konstan terhadap lingkungan dan suhu ruangan harus harus terjaga
dengan baik.
i. Security and safety yaitu Keamanan ruang
perpustakaan harus diperhatikan.
j.Economy yaitu Pendanaan dalam perpustakaan dibuat seminim
mungkin tetapi kegiatan dibuat semaksimal mungkin.
(Ir)
Rabu, 12 September 2018
Press Release
KONFERENSI
PERS “Pengadaan Koleksi Buku”
KMJ
IPII
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
TULUNGAGUNG
Pendahuluan
Buku mengandung informasi ilmu pengetahuan yang tersirat
maupun tersurat. Ilmu pengetahuan dibutuhkan oleh semua orang, untuk
mendapatkan pengetahuan baru. Setiap kehidupan pasti membutuhkan sebuah
pengetahuan. Seiring perkembangan dunia informatika orang tidaklah kesulitan
dalam mencari sumber pengetahuan. Di zaman
sekarang teknologi yang canggih, hanya dengan smartphone dapat mengetahui berbagai
informasi pengetahuan dari internet. Informasi dari internet tidaklah semuanya
benar, sehingga perlu untuk disaring kembali kebenarannya. Dengan adanya
internet akan menimbulkan dampak ketergantungan bagi penggunanya. Walaupun
demikian buku masih dibutuhkan dalam hal pencarian informasi.
Sebagai jurusan ilmu perpustakaan sudah tidak asing lagi
dengan hal-hal yang berhubungan dengan buku. Komunitas Mahasiswa Jurusan (KMJ)
ilmu perpustakaan dan informasi islam akan mengadakan kegiatan yang berhubungan
dengan buku dan ilmu pengetahuan. Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah
membaca buku untuk umum. Dalam kegiatan tersebut akan disediakan berbagai macam
jenis buku yang dapat dijadikan sebagai bahan bacaan. Kegiatan ini di buka
untuk umum, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat mengikuti kegiatan
tersebut. Akan tetapi buku tidak dapat di pinjam
untuk di bawa pulang, hanya dapat di baca di tempat diselenggarakannya kegiatan
membaca ini.
Untuk koleksi buku, sementara ini masih didapatkan
melalui pemberian dari mahasiswa kelas ilmu perpustakaan dan informasi islam
sendiri. Setiap mahasiswa dibebankan mininal satu buku. Koleksi buku yang sudah
didapatkan akan dirawat dan dijaga agar tidak rusak. Sehingga buku yang
digunakan dalam kegiatan membaca adalah buku yang dalam kondisi baik. Walaupun
jurusan ilmu perpustakaan dan informasi islam masih baru, tetapi kami akan
belajar dalam pengolahan bahan pustaka (buku) dengan baik dan benar.
A.
RENCANA PROGRAM KOMUNIKASI
Untuk mempublikasikan
rencana kegiatan “Pengadaan Koleksi Buku” ini, maka akan diselenggarakan
konferensi pers dan juga akan diadakan diskusi dengan Ibu Darisy Syafa’ah
selaku Sekjur IPII.
Waktu: pukul 10:00
s/d selesai 10 - oktober 2018)
Tempat: Gd Arief Mustaqiem U
– 21
B.
MEDIA
YANG DIUNDANG
A. Dimensi Pers
B. Radio Genius Fm
C. Divisi Jarkom KMJ IPII
C.
TUJUAN
Guna memberi pemahaman
kepada para mahasiswa tentang urgensi diadakanya acara ini.
D.
ANGGARAN
DANA
No.
|
Kebutuhan
|
Anggaran Biaya
|
1.
|
Kesekretariatan
(Proposal)
|
Rp. 10.000
|
2.
|
Pembuatan
Banner (ukuran 1 x 0,5 M)
|
Rp. 100.000
|
3.
|
Stempel
|
Rp. 50.000
|
4.
|
Buku Katalog
|
Rp. 15.000
|
Jumlah
|
Rp. 175.000
|
1. Pemasukan : Rp. 175.000
2. Pengeluaran :
Rp. 175.000
Jumlah :
0
(Ir)
Selasa, 11 September 2018
BERBAGAI JENIS DOKUMEN DAN PENJELASANNYA
Pengertian dokumen secara singkat adalah bentuk rekaman yang
dapat dijadikan alat bukti. Rekaman tersebut beraneka ragam bentuknya, namun
umumnya berupa surat. Dokumen digunakan untuk mendukung keterangan akan suatu
keadaan sehingga posisi keadaan lebih meyakinkan. Keberadaan dokumen sangat
penting karena terbatasnya kemampuan manusia.
Dokumen mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, yang pertama adalah memberikan informasi kepada pihak-pihak yang membutuhkan, membantu pihak manajemen atas proses pengambilan keputusan, memiliki nilai hukum sehingga bisa dijadikan bukti atas apa yang sudah kita lakukan atau kerjakan, memberi pedoman untuk menyelesaikan masalah atau pekerjaan tertentu, dan membantu dalam proses penyelesaian pekerjaan kantor.
Ditinjau dari penelitian, jenis dokumen dapat dibagi
menjadi tiga, yaitu dokumen primer, dokumen sekunder, dan dokumen tersier. Dokumen
primer adalah dokumen yang berisi informasi penelitian langsung dari sumbernya.
Contoh dari dokumen primer paten penelitian, laporan, disertasi, kertas kerja. Dokumen
sekunder merupakan dokumen yang berisi informasi mengenai literatur primer. Contoh
bibliografi. Sedangkan dokumen tersier adalah dokumen yang berisikan informasi
yang mengenai literatur sekunder, contohnya adalah buku teks dan buku panduan
literatur.
Selain ditinjau dari penelitian, dokumen juga bisa ditinjau dari kepentingannya. terdapat empat jenis dokumen, yakni:
a) dokumen pribadi, yaitu dokumen yang menyangkut kepentingan pribadi atau perorangan. contohnya adalah KTP, SIM, dan Ijazah.
b) dokumen niaga, merupakan dokumen yang berkaitan dengan perniagaan yang berupa surat-surat berharga yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran. contohnya adalah cek, obligasi, saham, faktur, kuitansi, surat pengantar, dll.
c) dokumen sejarah, merupakan dokumen yang berkaitan dengan sejarah yang berupa catatan penting sebagai alat pembuktian peristiwa yang terjadi pada masa lampau. contohnya adalah fosil, tugu, rekaman film perjuangan, autobiografi dan naskah proklamasi.
d) dokumen pemerintah, dokumen pemerintah meliputi dokumen yang berisi tentang informasi ketatanegaraan suatu pemerintahan. contohnya adalah keputusan presiden, undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah dan perjanjian kerjasama antar negara.
Kamis, 06 September 2018
Desain Tata Ruang Perpustakaan
Tata berarti peraturan,
atau penyusunan. Sedangkan gedung atau ruangan perpustakaan adalah bangunan
yang sepenuhnya diperuntukkan bagi seluruh aktivitas sebuah perpustakaan.
Segala sesuatu yang berada dalam ruangan yang dibuat dan diatur sebagai wadah
dalam suatu kegiatan dalam melakukan kegiatan adalah arti dari tata ruang.
Sedangkan tata ruang perpustakaan adalah usaha untuk mengatur dan menyusun
ruangan perpustakaan dengan sedemikian rupa sehingga dapat tercipta suasana
yang indah, rapi, bersih, aman dan nyaman bagi pengguna maupun pustakawan” (UU
No. 24 Th.1992).
Bentuk tata ruang yang
paling efektif adalah bentuk bujur sangkar, karena paling mudah dalam
pengaturan perabot terutama bila rak buku yang dimiliki banyak dan lalu lintas
ramai. Bentuk ini juga paling mudah dan dalam pengaturan
pencahayaan/penerangan. Merencanakan tata ruang harus didasari dengan hubungan antar
ruang yang dipandang dari segi efisiensi, alur kerja, mutu layanan, keamanan
dan pengawasan.
Gedung perpustakaan
merupakan salah satu sarana penunjang dalam penyelenggaraan perpustakaan.
Gedung merupakan tempat segala aktivitas dari program perpustakaan dirancang
dan diselenggarakan.
Faktor- Faktor yang
mempengaruhi dalam pembuatan gedung antara lain :
1. Perkembangan
perpustakaan yang cepat menuntut pemikiran yang cermat atas daya tampung dan kemungkinan
perluasan gedung perpustakan untuk masa kini maupun apa yang diproyeksikan dimasa
depan. Bahan pustaka yang sudah dibeli dan diputuskan untuk menjadi koleksi
perpustakaan perlu di pelihara terus sampai ada keputusan untuk dikeluarkan
kembali. Masa pakai koleksi perpustakaan di Indonesia, pada umumnya sangat
panjang, bahkan tidak jarang perpustakaan memutuskan untuk tetap memelihara dan
merawat bahan pustaka menjadi koleksi perpustakaan meski usianya sudah puluhan
atau ratusan tahun.
2. Untuk membuat suatu
gedung perpustakaan diperlukan pengetahuan yang cukup tentang segala aspek yang
merupakan ciri khas gedung perpustakaan yang bersangkutan, baik aktivitas yang harus
dijalankan maupun segi-segi teknologi yang telah masuk dalam dunia
perpustakaan.
>1.000 200
1.000 – 2.500 500
2.501 – 5.000 1000
5.001 – 7.500 1.500
7.501 –10.000 2.000
10.001 –20.000 4.000
4. Ruang
Komposisi Ruang
perpustakaan meliputi :
1. Area koleksi 45%
2. Area membaca 25%
o Area pengolahan atau sirkulasi
10%
o Area lain/toilet,
gudang, lobi 20%
sumber: Wayan Dhanur Jaya,. 2015. Kajian
Tata Ruang Perpustakaan Institut Seni Indonesia. Jurnal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Udayana. Hal 2-3. (Ir)
Rabu, 05 September 2018
Feature Profil Khoirul Mas Hudha
SEKECIL APAPUN KESEMPATAN ITU MANFAATKAN
Choi, begitulah teman-temanya sering memanggil
dirinya, pria kelahiran Malang 26 agustus 1998 ini lahir di desa bernama
Kesamben dari 4 bersaudara, ia terlahir dari keluarga yang sederhana. Pria yang
sekarang melanjutkan studi S1nya di IAIN Tulungagung ini mempunyai hobi yang
berhubungan dengan kamera mulai dari videografi, perfilman dan fotografi. “ Hidup ini harus dijalani apa adanya.
Kerja keras dan tekun memang harus, namun tidak boleh ngoyo. Nggak usah
target-targetan, toh hasil itu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Pokoknya,
kalau berkerja baik dan jujur, hasilnya insya Allah akan baik”. Demikian
ungkap pria dengan nama lengkap Khoirul Mas Hudha ini.
Pria bertubuh kecil dengan tinggi yang minim
ini tak jarang terlihat paling mini diantara teman sebayanya. dia merupakan
sosok yang ramah, sering membantu dalam berbagai kesulitan orang lain. Sikap suka
membantu ini tumbuh dari motivasi sang kakak “bantulah sekecil apapun yang kamu
bisa maka hal besar akan datang padamu”, tak jarang dia berusaha membantu orang
yang sedang tertimpa kesusahan walau kadang apa yang ingin dia bantu tak
semulus niatnya. Pernah suatu ketika diperjalanan ia menemui seorang pengendara
mendorong kendaraanya melewati tanjakan yang cukup tinggi, niat hatinya ingin
menolong tetapi saat itu dia harus mengantarkan ibunya menuju pasar, dia
memutuskan untuk mengantar ibunya terlebih dahulu setelah kembali dari pasar
orang tersebut didapatinya telah berada di bengkel, padahal ia sudah berusaha
secepatnya menuju kesana. Tapi hal ini tak menyurutkan semangatnya untuk tetap
menolong orang yang sedang kesusahan.
Dalam
setiap kehidupanya pemuda ini berkeyakinan bahwa apapun jalan hidupnya tak
lepas dari jalan sang Maha Esa dan doa kedua orangtuanya. Tak jarang pemuda yang baru
dewasa ini mengalami keraguan di setiap pilihan, apalagi saat menentukan
pilihan studinya. Di awal masuk sekolah menengah atas ia merasa sedikit ragu
dengan pilihanya, karena sebenarnya keinginannya bukan melanjutkan disana,
tetapi jalan yang Allah berikan memang selalu tepat walau tak cepat disekolah
islam ini dia mengalami perkembangan yang cukup pesat mulai dari tumbuhnya
minat dalam bidang keorganisasian hingga hampir seluruh ekstra di sekolah itu
ia ikuti, tak jarang dia ditunjuk sebagai seorang pemimpin dalam berbagai
organisasi. Tak cukup sampai disana, pria kecil ini kini dibangku perkuliahan
juga mendapat mandat dari teman-temanya untuk memimpin organisasi jurusan di
kampusnya. Ia menjabat sebagai ketua umum organisasi ini, ia beranggapan
sekecil apapun kesempatan yang ada jangan sampai terlewatkan.
Di
bangku SMA dulu dia juga pernah menjuarai lomba perfilman hingga tingkat
provinsi, hal ini tak pernah disangkanya sebelumnya dia hanya mencoba mengambil
kesempatan yang dipercayakan kepadanya. Di pagi hari sabtu seperti biasanya di
SMA ini tidak ada jam dikelas tetapi mereka di beri pembekalan kejuruan bernama
Empowering Class, ia tak menyangka dia deberi tugas mewakili sekolahnya
mengikuti lomba film pendek tingkat kabupatenia, ia ditemani dua temannya
berusaha semaksimal mungkin terus berlatih demi mengharumkan nama sekolahnya. Hampir
setiap akhir sesi kelas mereka tetap berada disana untuk menerima bimbingan
tambahan untuk bekal lomba. Hal ini mereka ikuti dengan penuh semangat, tak
jarang mereka harus pulang menjelang malam. Tetapi semua itu ikhlas mereka
lakukan demi hasil yang terbaik. Saat hari H lomba, dengan penuh percaya diri
bersama kontingen dari berbagai lomba yang diikuti mereka menuju tempat
perlombaan. Mereka melakukan semua seperti yang telah di instruksikan
pembimbing di dalam latihannya. Ia berusaha melakukan setiap pekerjaanya dengan
maksimal untuk hasilnya ia bertawakal kepada yang Maha Kuasa. Tak ada proses
yang menghianati hasil, juara 1 mampu mereka raih di akhir sesi perlombaan. Mereka
berlanjut melaju ke tingkat provinsi dengan berbekal semangat yang tinggi.
Choi
telah menunjunjukan bahwa kesempatan sekecil apapun jangan sampai kita
lewatkan, karena kita belum mengerti jalan yang Tuhan telah berikan kepada
kita. Tetap berusaha semaksimal mungkin, untuk urusan hasil serahkan kepada
yang maha kuasa. (Ir)
Selasa, 04 September 2018
Pengertian Arsip
Arsip adalah
catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi dengan berbagai macam
bentuk yang dibuat oleh lembaga, organisasi maupun perseorangan dalam rangka pelaksanaan kegiatan. Arsip dapat
berupa surat, warkat, akta, piagam, buku, dan sebagainya, yang dapat dijadikan
bukti sahih untuk suatu tindakan dan keputusan. Dengan adanya perkembangan
teknologi, arsip dapat berbentuk audio, video dan digital.
Seperti diatur dalam undang-undang no 7 tahun 1971 tentang “ ketentuan pokok kearsipan” pada bab 1 pasal 1 berbunyi sebagai berikiut:
Seperti diatur dalam undang-undang no 7 tahun 1971 tentang “ ketentuan pokok kearsipan” pada bab 1 pasal 1 berbunyi sebagai berikiut:
Naskah-naskah
yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara dan badan-badan pemerintahan dalam
bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok dalam rangka
pelaksanaan kegiatan pemerintah.
Naskah-naskah
yang dibuat dan diterima oleh badan-badan swasta dan/atau perorangan dalam
bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok , dalam
rangka pelaksanaan kebangsaan.
Mengingat jumlah arsip yang semakin
banyak dibuat dan diterima oleh lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan
maka diperlukan manajemen pengelolaan arsip yang lebih dikenal dengan sistem
kearsipan melalui beberapa pekerjaan atau kegiatan untuk mengelola arsip yang
ada.
Pengertian kearsipan adalah pengelolaan catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi yang memiliki nilai kegunaan dengan teratur dan terencana baik itu arsip yang dibuat maupun diterima, agar mudah ditemukan kembali jika diperlukan. Sistem kearsipan yang diselenggarakan secara optimal akan memperlancar kegiatan dan tujuan lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan.
Pengertian kearsipan adalah pengelolaan catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi yang memiliki nilai kegunaan dengan teratur dan terencana baik itu arsip yang dibuat maupun diterima, agar mudah ditemukan kembali jika diperlukan. Sistem kearsipan yang diselenggarakan secara optimal akan memperlancar kegiatan dan tujuan lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan.
Macam – macam
arsip
Values for
historycal use
Values for
legal use.
Values for
administrative use
Values for
operating use
Values for
research
Langganan:
Komentar (Atom)
Katalogisasi Non Buku
KATALOGISASI NON BUKU Pengertian Katalog Katalog merupakan sarana temu kembali yang merupakan wakil dokumen bagi koleksi perpustakaan, b...
-
KATALOGISASI NON BUKU Pengertian Katalog Katalog merupakan sarana temu kembali yang merupakan wakil dokumen bagi koleksi perpustakaan, b...
-
Pengertian dokumen secara singkat adalah bentuk rekaman yang dapat dijadikan alat bukti. Rekaman tersebut beraneka ragam bentuknya, namun...
-
INDUSTRIALISASI MEDIA MASSA DAN ETIKA JURNALISTIK Karya SRI HADIJAH ARNUS Pada masa sekarang dengan semakin berkembangnya era tulisan m...
