Kamis, 06 September 2018

Desain Tata Ruang Perpustakaan


Tata berarti peraturan, atau penyusunan. Sedangkan gedung atau ruangan perpustakaan adalah bangunan yang sepenuhnya diperuntukkan bagi seluruh aktivitas sebuah perpustakaan. Segala sesuatu yang berada dalam ruangan yang dibuat dan diatur sebagai wadah dalam suatu kegiatan dalam melakukan kegiatan adalah arti dari tata ruang. Sedangkan tata ruang perpustakaan adalah usaha untuk mengatur dan menyusun ruangan perpustakaan dengan sedemikian rupa sehingga dapat tercipta suasana yang indah, rapi, bersih, aman dan nyaman bagi pengguna maupun pustakawan” (UU No. 24 Th.1992).
Bentuk tata ruang yang paling efektif adalah bentuk bujur sangkar, karena paling mudah dalam pengaturan perabot terutama bila rak buku yang dimiliki banyak dan lalu lintas ramai. Bentuk ini juga paling mudah dan dalam pengaturan pencahayaan/penerangan. Merencanakan tata ruang harus didasari dengan hubungan antar ruang yang dipandang dari segi efisiensi, alur kerja, mutu layanan, keamanan dan pengawasan.
Gedung perpustakaan merupakan salah satu sarana penunjang dalam penyelenggaraan perpustakaan. Gedung merupakan tempat segala aktivitas dari program perpustakaan dirancang dan diselenggarakan.
Faktor- Faktor yang mempengaruhi dalam pembuatan gedung antara lain :
1. Perkembangan perpustakaan yang cepat menuntut pemikiran yang cermat atas daya tampung dan kemungkinan perluasan gedung perpustakan untuk masa kini maupun apa yang diproyeksikan dimasa depan. Bahan pustaka yang sudah dibeli dan diputuskan untuk menjadi koleksi perpustakaan perlu di pelihara terus sampai ada keputusan untuk dikeluarkan kembali. Masa pakai koleksi perpustakaan di Indonesia, pada umumnya sangat panjang, bahkan tidak jarang perpustakaan memutuskan untuk tetap memelihara dan merawat bahan pustaka menjadi koleksi perpustakaan meski usianya sudah puluhan atau ratusan tahun.
2. Untuk membuat suatu gedung perpustakaan diperlukan pengetahuan yang cukup tentang segala aspek yang merupakan ciri khas gedung perpustakaan yang bersangkutan, baik aktivitas yang harus dijalankan maupun segi-segi teknologi yang telah masuk dalam dunia perpustakaan.
3. Gedung/ Luasan ruang
Jumlah Mahasiswa  Luas Ruangan (m2)
>1.000                        200
1.000 – 2.500             500
2.501 – 5.000             1000
5.001 – 7.500             1.500
7.501 –10.000            2.000
10.001 –20.000          4.000

4. Ruang
Komposisi Ruang perpustakaan meliputi :
1. Area koleksi 45%
2. Area membaca 25%
o Area pengolahan atau sirkulasi 10%
o Area lain/toilet, gudang, lobi 20%

sumber:  Wayan Dhanur Jaya,. 2015. Kajian Tata Ruang Perpustakaan Institut Seni Indonesia. Jurnal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana. Hal 2-3. (Ir)

2 komentar:

  1. Jika lokasi tidak memungkinkan dengan bentuk bujur sangkar, apakah ada alternatif bentuk lainnya apakah tetap dengan bentuk tersebut? 🙏🙏

    BalasHapus
  2. Bentuk bujur sangkar adalah bentuk yang cukup efisien dibandingkan bentuk lain. Bila memang bentuk seperti ini tidak memungkinkan bisa menggunakan bentuk-bentuk lain, mulai dari lingkaran, memanjang dan bisa menyesuaikan luas tempat dan kondisi yang dimiliki.

    BalasHapus

Katalogisasi Non Buku

KATALOGISASI NON BUKU Pengertian Katalog Katalog merupakan sarana temu kembali yang merupakan wakil dokumen bagi koleksi perpustakaan, b...