Dari
berbagai jenis perpustakaan, yang tumbuh subur dalam pengembangannya adalah
perpustakaan perguruan tinggi, hal ini dapat dimaklumi karena perpustakaaan
Perguruan tinggi rata-rata mendapatkan perhatian yang lebih dari Lembaga
Induknya yaitu Perguruan Tinggi, Sampai saat ini Perpustakaan perguruan tinggi
rata-rata pengelolannya masih terfokus pada bentuk layanan serta pengelolaan
koleksi, aspek desain interior seringkali menjadi hal yang ke sekian sehingga
tidak mendapat perhatian khusus, padahal kenyamanan serta kelengkapan sarana
sangat memotivasi dan menjadi alasan mahasiswa untuk mendayagunakan sebuah
perpustakaan atau dengan kata lain penting tidaknya perpustakaan serta
penghargaannya ditentukan oleh penilaian pemustaka, jika apa yang diinginkan mahasiswa
dalam kaitannya kebutuhan informasi serta sarana diperpustakaan terpenuhi maka
perpustakaan telah menjadi perpustakaan yang ideal dan user oriented
Agar menghasilkan penataan interior perpustakaan secara optimal maka
berbagai aspek-aspek berikut harus menjadi pertimbangan dalam menunjang
tugas perpustakaan yaitu:
a) Aspek fungsional
Penataan interior harus mampu mendukung kinerja perpustakaan
secara keseluruhan baik bagi petugas maupun bagi pengunjung perpustakaan serta
penataan interior dapat tercipta secara optimal. Kelengkapan utama serta dalam
layanan sebuah perpustakaan harus tersedia, dalam hal ini gedung, ruangan,
meja, kursi serta perlengkapan kenyamanan seperti penyejuk ruangan serta akses
wifi. Saat ini aspek kenyamanan serta kelengkapan fasilitas sangat diutamakan
oleh mahasiswa.
b) Aspek psikologi pengguna
Bertujuan agar pengguna perpustakaan merasa nyaman, dan
tenang serta leluasa bergerak di perpustakaan. berdasarkan wawancara di
perpustakaan fakultas, mahasiswa rata-rata pada awalnya berkunjung ke
perpustakaan adalah mencari tempat yang tenang dan nyaman untuk sekedar
browsing internet maupun berdiskusi, tetapi ketika di perpustakaan ditemui
sebuat tempat yang nyaman dan akses wifi tak terbatas maka timbul perasaan
nyaman, hal ini akan menimbulkan niat lain untuk belajar serta termotivasi
untuk berkunjung kembali. Dalam hal psikologi pemustaka.
c) Aspek estetika
Penataan interior yang
indah, serasi, bersih dan terang tanpa mengindahkan faktor fungsionalnya dapat
mempengaruhi kenyamana pengunjung yang berada di perpustakaan. Dalam sebuah
gedung dimana perpustakaan berada, aspek estetika terdiri dari warna ruangan,
hiasan serta pernik-pernik display merupakan hal yang tidak kalah penting,
pemilihan warna yang baik akan menumbuhkan mood untuk belajar atau menimbulkan
ketenangan yang mendukung untuk belajar.
d) Aspek keamanan bahan pustaka
Keamaan bahan pustaka
harus terjaga dengan baik, agar terhindar dari kerusakkan secara alami dan
kerusakan/kehilangan bahan pustaka karena faktor manusia. Dengan penataan
interior yang baik maka aspek keamanan bahan pustaka akan terjamin, penerapan
interior dalam keamanan bahan pustaka yaitu dengan menata bagian layanan serta
kantor perpustakaan berhadapan langsung dengan meja baca serta tempat rak
koleksi dengan pertimbangan secara tidak langsung akan saling mengawasi antara
pemustaka dengan pustakawan, sehingga aspek keamanan bahan pustaka lebih
terjamin.
Selain hal diatas terdapat perencanan dan desain
perpustakaan, yaitu:
a.Flexible / fleksibilitas yaitu Bentuk ruangan
perpustakaan dapat memenuhi segala dan sesuai dengan keinginan pengguna
perpustakaan. Dalam penataan interior, ruang bisa diubah-ubah pada saat
yang diperlukan.
b.Compactness / kekompakan bentuk yaitu Penataan
interior dapat dijangkau ke segala arah dan dapat diubah sesuai dengan
kebutuhan serta meminimalisir ruang yang tidak dimanfaatkan.
c.Accessable / mudah dijangkau Penataan interior
perpustakaan ditata agar mudah dijangkau oleh pengguna perpustakaan.
d. Extendable / mudah diperluas atau dikembangkan.
Yaitu Penataan ruangan / bangunan harus dapat diperluas manakala diperlukan,
paling tidak untuk 10 tahun yang akan datang.
e.Variety yaitu Perencanaan desain interior untuk
berbagai jenis ruangan
f.Organized yaitu Terdapat pembagian tugas dan
terorganisir sesuai dengan tugasnya tersebut.
g.Comfortable / kenyamanan yaitu Interior ditata untuk
kenyamanan penguna tanpa mengganggu aktifitas.
h. Constant in environment yaitu Penataan
interior harus konstan terhadap lingkungan dan suhu ruangan harus harus terjaga
dengan baik.
i. Security and safety yaitu Keamanan ruang
perpustakaan harus diperhatikan.
j.Economy yaitu Pendanaan dalam perpustakaan dibuat seminim
mungkin tetapi kegiatan dibuat semaksimal mungkin.
(Ir)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar